Berkat temuannya, desa bercahaya Sebelum ditemukan listrik dengan pohon kedondong ini, keadaan desa yang didiami Naufal itu selalu gelap gulita. Namun setelah penemuan itu berhasil, kini banyak warga yang dapat merasakan listrik gratis. Kurang lebih ada 40 desa yang menggunakan pembangkit listrik tenaga nabati untuk kehidupan sehari-harinya. Untuk satu rumahnya, dibutuhkan kurang lebih 10 pohon kedondong untuk dijadikan sebagai sumber dayanya. Menyinari kampung [image source] Warga lebih memilih beralih pada penemuan Naufal karena dianggap lebih mudah dan murah. Cukup hanya disiram dengan air dan diberi pupuk, maka listrik akan terus menyala. Yang perlu diperhatikan adalah masalah getahnya saja, jangan sampai kering soalnya itulah sumber asam yang dapat menghasilkan energi listrik. Banyak penghargaan dan diundang Pertamina Science Fair Mendengar penemuan menghebohkan oleh Naufal ini, bahkan Walikota setempat sampai datang sendiri melihat pembangkit listrik tenaga nabat...
Postingan
Menampilkan postingan dengan label SISWA TELADAN
Naufal Raziq, Bocah SMP Tanah Aceh yang Temukan Energi dari Pohon Kedondong Bikin Salut Indonesia
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Unknown
-
Meskipun Indonesia sudah merdeka lebih dari 60 tahun lamanya, namun masih ada saja daerah yang belum merasakan listrik. Miris tentu saja karena ini begitu timpang, di sisi ibukota banyak yang memakai listrik secara boros tapi di daerah terdepan malah untuk penerangan sehari-hari pun hanya menggunakan lilin. Memang seperti itulah keadaan di negeri ini. Melihat realitas tersebut, beberapa generasi bangsa mencari solusi untuk mencari sumber energi listrik alternatif. Salah satu dari pemuda berbakat itu adalah Naufal Rizki, bocah ajaib ini berhasil bikin sumringah orang-orang di sekitarnya karena berhasil menemukan sumber energi listrik yang sama sekali tak pernah terpikirkan sebelumnya. Ya, ia mendapati fakta kalau pohon kedondong ternyata ternyata memiliki aliran listrik yang bisa dimanfaatkan. Penasaran dengan cerita bocah tersebut? Simak ulasan berikut. Berawal dari pelajaran IPA Siapa yang menyangka penemuan tersebut terjadi karena rasa keingintahuan bocah kelas 3 MTSN itu terh...
Ini Asa Firda, Siswi SMA yang Status FB-nya Viral dan Tuai Pujian dari Netizen
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Unknown
-
Padahal, kalau bukan Tuhan, lalu siapa lagi yang menciptakan SEMUA perbedaan ini? Kalau Dia mau, Dia bisa saja menjadikan semua manusia 'serupa' dalam segala hal. Lalu, kenapa kita lancang menentang Tuhan dengan meludahi perbedaan? Aku sendiri tidak pernah mengunfriend yang beda pandangan, aku dan kamu bisa bersahabat walaupun kita tidak sepakat. Pernah lihat orang yang penuh permusuhan hidupnya tenang? Bagaimana kita berharap ada bunga yang tumbuh di atas kawah berapi? Yang dirahmati Tuhan adalah hubungan, bukan permusuhan. Unity in diversity. Yang aku heran, apa-apa dijadikan perdebatan. Seperti ritual medsos tahunan, mulai dari ucapan natal, perayaan valentine, bahkan juga jumlah peserta unjuk rasa! Diri ini merasa lebih baik karena pihak lain terlihat lebih buruk. Kita merasa senang atas ketidakbaikan orang. Tuhan mana yang mendukung karakter seperti itu? Padahal, this too shall pass. Semua hal pasti akan berlalu sendiri silih berganti. 10 tahun lagi, apakah yang...
Ini Asa Firda, Siswi SMA yang Status FB-nya Viral dan Tuai Pujian dari Netizen
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Unknown
-
Asa Firda Inayah (18), pemilik akun facebook Afi Nihaya Faradisa, jadi perhatian di dunia maya. Status Facebook-nya dinilai mewakili pikiran yang jernih dalam memandang persoalan. Kata-katanya dianggap sangat dewasa, jauh melebihi umur sang penulis. Asa, demikian Asa Firda Inayah, merupakan siswa kelas XII IPA 3, SMAN 1 Gambiran, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Dia anak pertama dari 2 bersaudara pasangan Imam Wahyudi dan Sumartin. Gadis kelahiran Tulungagung, 23 Juli 1998 itu mengaku lebih senang menuangkan kegelisahan melalui tulisan daripada perkataan. "Saya memang suka menulis. Mulai menulis saat kelas 10 SMA. Ide keluar begitu saja dari kepala," ujar Asa kepada detikcom di sekolahnya, Selasa (13/12/2016). Asa mengaku pertama menulis tentang kritik dunia pendidikan di Indonesia pada 17 Juli 2016 lalu. Tak disangka, tulisannya tersebut dibagikan kurang lebih 5.000 orang dan mendapat kurang lebih 6.000 likes. Tak hanya itu, ratusan warga dunia maya juga membagikan ke...